nalapo 2010

nalapo 2010

dinner dan pertukaran budaya dengan nalapo (jepang) selasa, 9 februari 2010 kemarin berlangsung cukup lancar.
sebagai tuan rumah, Sma N 3 yogyakarta khususnya panitia penyambutan Nalapo 2010 benar-benar kerja keras mewujudkan acara tersebut.
sepert tahun-tahun ssebelumnya, panitia mempunyai misi yang menjadi pedoman dalam mengonsep acara : membawa nalapo kembali ke padamanaba tahun berikutnya.

awalnya aku benar-benar tidak menyangka ditunjuk sebagai salah satu konseptornya. benar-benar pusing waktu itu harus selalumengonsep ulang karena tidak sesuai dengan medan yang ada.
tapi kami terus berusaha. kami juga mendapat banyak dukungan.

kami sempat benar-benar putus asa. ternyata tidak gampang mengungkapkan pandangan kita. tidak mudah pula menyesuaikan tamu asing tersebut.
yaa padahal sebagai tuan rumah kita dituntut untuk dapat memanjakan tamu. akibatnya selama hampir seminggu rasanya aku tidak sekolah.
yang ada dipikiranku setiap detiknya adalah ‘bagaimana nalapo?’

saat hari-h
ketika itu tamu sudah datang. tp entah kenapa, mic tidak dapat menyala dengan sempurna, cucuk lampah dan tari genjir memang sudah cukup membuat tamu terpesona
namun aku benar-benar khawatir dengan mic yang tak mau diajak kerjasama. akhirnya dengan baju kebaya dan jarit, aku berlari cincing-cincing mencari mic diruang wakasek.
untung aku menemukannya dan pembukaan acara terselamatkan.

aku melihat wajah sensei Erry dipenuhi kekhawatiran. sensei sejak awal memang sudah mendukung kami dalam segala hal. bayangkan betapa lelah beliau ikut membantu kami.
aku benar-benar tak ingin mengecewakan beliau. aku takut. aku juga melihat adanya tanda-tanda ketidakyakinan dari alumni yag hadir pada malam itu. semua terasa kacau dalam anganku.
namun acara harus terus berlanjut. aku tidak boleh terus terbawa lamunan.

jujur aku takut dan tidak yakin. aku sudah merasa gagal. tapi acara terus berjalan. aku berlari kesana-kesini memastikan semua pengisi acara siap. memang sebagai co acara hal semacam in biasa.
namun aku benar-benar merasa kualahan malam itu.
acara pun berakhir. 1 hal yang aku tangkap : orang-orang jepang itu begitu menikmati acara malam itu.
mereka bahkan enggan untuk segera pulang padahal malam makin larut.

semua panitia akhirnya berpesta menikmati kesuksesan acara malam itu. sensei erry tiba-tiba memelukku. aku menangis, begtu pula sensei.
aku merasakan adanya kelegaan di hati sensei. aku puas, bangga, terharu, lega.
banyak yang bilang acara malam itu sukses.
terimakasih Tuhan, sensei, teman-teman dan seluruh warga padmanaba.
kita akan sama-sama berharap, “nalapo akan kembali ke padmanaba” :)

holaaa :)

welcome to my site :) leave your comment yay !

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.